Januari 30, 2018

Berdasarkan letak geografisnya, kota sambas terletak hampir di tengah-tengah wilayah Kabupaten Sambas. Orang yang pertama membuka dan mengembangkan Kota Sambas adalah Sultan Muhammad Tajuddin I (Raden Bima, Sultan Sambas ke-2) yang pada sekitar tahun 1683 M memindahkan pusat pemerintahan Kesultanan Sambas dari Lubuk Madung ke Muare Ulakkan (persimpangan sungai sambas, sungai teberau dan sungai subah) yang kemudian berkembang menjadi Kota Sambas sekarang ini. Sehingga perkembangan kota ini berawal dari pusat Kesultanan Sambas yang dahulu berada persis di persimpangan alur Sungai Sambas, Sungai Teberau dan Sungai Subah. Sekarang Kota Sambas merupakan Ibu Kota Kabupaten Sambas yang secara administratif berada dalam wilayah Kecamatan Sambas. Kecamatan Sambas (lebih biasa) dipanggil oleh penduduk kabupaten sebagai Kota Sambas, yang juga berslogan "Kota Sambas Terigas". Sambas yang dikenal sekarang merupakan kota pusat pemerintahan Kesultanan Sambas, yang berpusat di Istana Alwatzikoebillah, desa Dalam Kaum. Tepat di depan istana berdiri pula sebuah masjid tua yang merupakan salah satu masjid terbesar di Kota Sambas, yaitu Masjid Agung Jami' atau Masjid Sultan Muhammad Syafi'oeddin II.
berdasarkan letak nya yang strategis, banyak lokasi wisata yang dapat dikunjungi baik di kota sambasnya ataupun diluar kota yang masih satu daerah dengan kota sambas berikut saya uraikan beberapa contoh lokasi yang bisa anda jadikan referensi apabila anda ingin berlibur ke daerah sambas :

1. Keraton Sambas


Untuk informasi lanjut mengenai keraton sambas silahkan baca sejarah keraton sambas.

2. Danau Sebedang

Untuk informasi lanjut mengenai keraton sambas silahkan baca asiknya berwisata ke Danau Sebedang Sambas